Bagaimana prosedur tes HIV






Dr. Evy menjelaskan bahwa untuk tes HIV pasien bisa pergi ke beberapa tempat, termasuk ke Klinik Pokdisus,  atau Unit Pelayanan Terpadu HIV, di lantai 4 RSCM. Prosedurnya, pertama pasien bertemu konselor untuk pretes konseling, lalu diambil darah sekitar 3-5 cc untuk dites. Setelah hasilnya diberikan, diadakan post tes konseling.  
 
Apabila TemanTeman melakukan tes untuk pertama kali dan hasilnya negatif, maka sebaiknya dilakukan tes lagi selama masa jendela, tiga bulan setelah terakhir kali melakukan tindakan berisiko yang tidak terproteksi, untuk memastikan status HIV-nya. 
 
Jika hasil tesnya positif, maka diadakan pemeriksaan untuk mencari infeksi oportunistik dan tingkat stadium atau CD4. Apabila ada infeksi oportunistik, maka infeksi tersebut diobati terlebih dahulu, dan 1-2 bulan kemudian, apabila CD4 350 atau kurang, maka pengobatan ARV dimulai.  
 
Kerahasiaan hasil tes di Pokdisus, Rumah Sakit RSCM dijaga, sehingga hanya pasien dan petugas konselor yang mengetahui identitas pasien.

 
Bagaimana prosedur tes HIV?

Tes akan dijalankan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:

-Secara sukarela yaitu dengan persetujuan dari orang yang bersangkutan.
-Hasilnya akan dirahasiakan. Anda tidak perlu memberikan nama anda yang sebenarnya kepada petugas klinik, tetapi cukup dengan kode saja.
-Konseling akan disertakan sebelum dan sesudah tes. Konseling amat penting, agar orang yang akan atau sudah menjalani tes HIV memiliki pemahaman yang cukup mengenai HIV/AIDS dan dapat mengambil keputusan yang baik bagi dirinya.
-Tes HIV dikerjakan dengan cara mengambil sampel darah anda.

Dengan mengetahui status HIV secara dini, seseorang bisa mengatur hidupnya dengan baik sehingga bisa memperpanjang masa hidupnya.