Nama Saya Ery

Temanteman, saksikan kisah nyata Ery yang berasal dari Bandung, tinggal di Bali, dan telah terdiagnosis HIV positif selama 12 tahun. Tes HIV pertama kali dijalaninya tahun 2000. Pada awalnya bukan hal yang mudah bagi Ery untuk melakukan tes HIV dan dia harus mempersiapkan diri hingga benar-benar siap untuk pengambilan darah.

Ketakutan, kekhawatiran dan rasa tidak enak ditanggungnya ketika harus menunggu hasil tes. Ketika hasilnya tiba, setelah pretes konseling sebelumnya, dan hasilnya positif, dunianya seakan runtuh, dia tidak bisa berpikir, tidak bisa berkata apa-apa, bahkan ia merasa inilah akhir kehidupannya. Beberapa hari, beberapa malam dia tinggal di dalam kamarnya, menangis dan menangis, bahkan berpikir keras untuk bunuh diri.

Kurang lebih 1 tahun ia baru bisa menerima statusnya sebagai HIV positif. Untungnya teman-temannya di Burnet Institute, tempat dia bekerja waktu itu, dapat menerimanya dan bahkan mendukungnya. Setelah 12 tahun menderita HIV, Ery masih sehat, masih bekerja, dan beraktivitas seperti HIV negatif lainnya. Meskipun demikian tentu saja ada perbedaan kekebalan tubuh, efek samping obat, yang membuatnya tidak boleh terlalu lelah.

Kepada temanteman dengan HIV positif, Ery berpesan untuk membekali diri dengan informasi HIV/AIDS sebanyak-banyaknya, terus melakukan kegiatan positif, dan menikmati hidup dengan pola hidup positif dan makanan sehat. Tentu saja, dukungan lingkungan, terutama keluarga juga penting.

Kepada temanteman dengan HIV negatif, Ery juga berpesan agar tetap menjadi HIV negatif dan membekali diri dengan informasi dan edukasi tentang HIV/AIDS karena menyesal di belakang tidak akan banyak menolong.

Pada akhirnya, Ery berpesan, terutama kepada teman-teman berperilaku berisiko untuk memeriksakan diri sedini mungkin di klinik pelayanan HIV/AIDS.

 
For more recent updates -
please LIKE us at www.facebook.com/TEMANTEMAN.ORG
Follow us at twitter.com/heytemanteman
Watch our Videos at www.youtube.com/temantemanindonesia